Jumat, 16 Januari 2015

17 jan 2014

tiba-tiba teringat tentang masa kecilku, rasanya baru kemarin aku menggendong tas punggung  menuju TK dibonceng sepeda oleh kakek ku,  kakek akan menggunakan topi koboinya,menungguku pulang di depan masjid desa

rasanya baru kemarin aku terlelap dengan memandang wajah nenek ku yang sedang berkisah tentang sebuah negeri antah berantah...tokoh andalannya adalah kedana-kedini, 2 sampai 4 jam cerita kedana kedini dalam berbagai versi yang ia kisahkan, barulah aku bisa tertidur

dulu, aku hanyalah anak kecil dengan kebahagiaan ringan dan sederhana
tawa riang yang memperlihatkan gigi ompongku terdengar tulus apa adanya
pikiranku hanya tentang pergi ke sekolah, menonton film hanoman, dan bermain dengan kakek dan nenek di rumah sambil menunggu bapak-ibu pulang bekerja

saat aku kecil hal yang paling tidak kusuka adalah malam hari, karena aku harus belajar dan mengaji, ibu akan mengajariku dengan keras...
tiap kali belajar aku selalu meminta nenek untuk duduk di sebelahku, agar jika aku salah mengeja huruf atau menjumlahkan...ibu tidak berani marah, karena nenek selalu membelaku

saat menghafal suratan pendek Al-Qur'an, kakek akan datang dan menemaniku....beliau sungguh hafal banyak surat, baik yang panjang ataupun pendek, katanya kakek pernah berguru ke pondok pesantren kyai tebu ireng..aah kurasa beliau hanya bercanda

setelah belajar, aku akan meminta bapak memberiku novel atau komik terbaru, lalu akan kubacakan keras-keras untuk bapak ibu, kakek dan nenekku...masih kuingat jelas bagaimana mereka menatap dan tersenyum kepadaku,--penuh rasa sayang, sungguh bangga bukan main rasanya tiap kali aku bisa membaca satu kata dengan benar di depan mereka

masa kecilku, adalah masa dimana aku menerima banyak kebahagiaan, dan mampu memberi banyak waktuku untuk mereka

 kini usiaku 24 tahun dan hidup sungguh berubah dengan cepat

tangan kecilku yang dulu selalu menggenggam permen pemberian nenek, kini terlihat kokoh memegang buku-buku tebal

debaran kegembiraan saat melihat kantong celana kakek yang dipenuhi oleh apel, kini tak lagi berdebar sesederhana itu

pemikiranku lebih kompleks dari sekedar film hanoman atau mendengarkan kisah negeri antah berantah

di usiaku yang ke 24
kuhabiskan waktu dengan berpikir tentang impian dan idealisme tentang hidup
kusibukkan waktuku dengan deretan buku-buku dengan sederet nama filsuf mendunia yang berakhir gila
aku berpikir dan terus  berpikir, aku bergerak dan terus  bergerak.....aku , aku, aku,
aku yang sibuk, aku yang produktif, aku yang aktif , aku yang dinamis... aku... aku... aku..
aku adalah pusat duniaku

aku berusaha keras untuk segala hal dalam hidupku, tanpa satu pun ingin kulewatkan

sampai kemarin,

saat ku genggam tangan kakek ku yang gemetar menuju rumah sakit
tatapan matanya yang redup dan ketakutan
tubuhnya yang mengecil
pikirannya yang melemah...
yang dengan lemah berkata, untung kamu libur li..

beliau yang menghabiskan banyak waktu saat aku kecil , dan kini aku hanya mampu memberikannya waktu hanya saat aku libur? ironis

sampai kemarin,
saat aku tunggui nenek ku yang terbaring lemah
yang masih mencoba tersenyum melihatku datang
yang memintaku agar  menjaga dirinya
dengan suara lemah tanpa daya

nenek yang menjagaku seperti ibuku, mengapa aku tak sanggup menjaganya seperti beliau menjagaku sewaktu aku kecil?


diriku...yang selalu tentangku,

dimanakah kau kehilangan hati yang sanggup mengasihi keluarga seperti masa kecilmu?
dimanakah kebahagiaan sederhana tentang totalitas bersama keluarga?
dimana kau, saat keluarga merindukanmu?


diriku..yang selalu tentangku

apa guna kau membaca beratus halaman tentang humanisme,
menghabiskan berpuluh jam untuk mengkonsepkan tentang idealisme kehidupan
jika kau kehilangan makna di depan manusia yang diberkati hati dengan kasih sayang, yang kau sebut keluarga?

diriku...yang selalu tentangku
adakah engkau hanya sebentuk pemikiran kosong yang beromong kosong?

Selasa, 04 Februari 2014

:)

You may not be her first, her last, or her only. She loved before she may love again. But if she loves you now, what else matters? She’s not perfect – you aren’t either, and the two of you may never be perfect together but if she can make you laugh, cause you to think twice, and admit to being human and making mistakes, hold onto her and give her the most you can. She may not be thinking about you every second of the day, but she will give you a part of her that she knows you can break – her heart. So don’t hurt her, don’t change her, don’t analyze and don’t expect more than she can give. Smile when she makes you happy, let her know when she makes you mad, and miss her when she’s not there.
#Bob Marley

Minggu, 26 Januari 2014

#1

behind my cheerful, ..
will you see there is hard night when im strugling with my thoughts, my fearful, my life..and i try to trough out likes theres nothing happend
will you see that i always try to become a hero for my damn life?
will you see that my sadness is the biggest reason for me to smile?

will you see me, like who iam ?


Minggu, 25 Agustus 2013

Ironi Demokrasi (just in my opinion)

demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan  dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Selama ini sistem demokrasi selalu dielu2kan, diperjuangkan, dijunjung tinggi di berbagai negara...tapi apakah benar demokrasi adalah sistem pemerintahan yang terbaik?
menurut opini saya yang sungguh tidak jelas ke validitasannya..demokrasi akan menjadi semacam lelucon menyakitkan jika ia diterapkan di negara yang masyarakatnya kejam...

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang menjunjung tinggi rakyat, kekuasaan terbesar ada pada rakyatnya...bahkan ada salah satu pendapat yang menyatakan bahwa dalam sebuah negara demokrasi suara rakyat adalah suara Tuhan?.... wah..terlihat bijak sekali bukan si demokrasi ini?

tapi dalam pemikiran saya ada hal yang sangat mengganjal...

coba anda bayangkan, misalkan ada sebuah negara besar dan kuat bernama "aku kuat" yang menerapkan sistem pemerintahan maha bijak ini.... suatu ketika negara "aku kuat" berselisih dengan negara tetangga.  yang bernama"aku ga kuat" adapun penyebab permasalahan ini sesungguhnya hanya permasalahan yang sangat sepele. Karena negara aku kuat adalah sebuah negara demokrasi, maka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut mereka mengadakan voting.

Dari hasil voting yang diikuti seluruh warga negara aku kuat, diperoleh suatu keputusan bulat bahwa pemerintah negara aku kuat harus segera menjatuhkan bom nuklir di negara aku ga kuat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. lalu karena negara aku kuat adalah sebuah negara yang menjunjung tinggi asas demokrasi yang sungguh sangat mulia itu,  maka keputusan tersebut segera dilaksanakan.
esok paginya,  negara aku ga kuat hancur porak-poranda akibat bom nuklir..aku ga kuat, adalah salah satu korban dari suatu sistem yang sungguh luar biasa mulia dan dijunjung tinggi bernama-demokrasi.

see?jika kekuasaan tertinggi ada pada rakyat yang kejam masihkah demokrasi menjadi sistem yang penuh dengan kebijakan?masih pantaskah suara dari rakyat2 yang kejam di negara tersebut disamakan dengan suara Tuhan? Tuhan mana yang akan tega berbuat sekeji itu....masihkah demokrasi dibutuhkan jika ia sama tak mampunya dengan sistem pemerintahan yang lain?

aku tidak benar2 tau, ini hanya sebuah opini ngawur yg dibuat tidak pake serius... sambil ngemil kacang rebus :D





Selasa, 30 Juli 2013

Balada gagal pdkt

aku pasif... cintamu kelewat elusif
kalo mau aktif, silahkan ambil inisiatif
bukannya sarkatis,
aku realistis
karena cinta ga cuma butuh gombalan bombastis

wahai mahluk berkumis
Menurutmu aku dramatis?
wanita mana yang mau laki-laki sadis
pdkt disana-sini dan mengumbar janji manis

kau janjikan padaku hubungan romantis
nyatanya, hanya bualan kelewat najis
yang membuat perasaan jadi dilematis

ahh... ingin aku berbuat mistis
pergi ke dukun dan menggunakan kekuatan magis
agar kau didatangi jin setan ataupun iblis
yang membuatmu menangis sampai pipis

tapi nyatanya aku hanya bisa diam dan tersenyum miris
meratapi kisah.....,yang berakhir dengan tragis

Minggu, 28 Juli 2013

Tuhan dan eksistensi -Nya


*for moeslem

dulu aku pernah berfikir bahwa agama apa pun yang kamu peluk, doa apapun yang kau panjatkan, bagaimana pun caramu beribadah semua akan bermuara pada satu Tuhan yang sama... But it's totally false,

jika benar Tuhan semua agama itu sama bagaimana mungkin Dia mengajarkan agama dan cara peribadatan yang berbeda, keyakinan yang saling bertentangan, dan menjelma dalam berbagai wujud yang berbeda?

setiap agama mempunyai Tuhan yang berbeda,... tetapi hanya ada satu Tuhan dengan satu agama yang benar adanya. Alloh dan islam adalah agama yang ku percayai kebenarannya ..

Alloh dalam islam berbeda dengan Tuhan dalam agama lainnya,...
dalam agama lain, Tuhan digambarkan dalam beragam wujud.. ada yang menggambarkannya dalam patung, lukisan, pohon, matahari, angin, hewan,dll. semua "wujud" Tuhan tersebut terlalu mengacu pada bentuk material yang mudah dibayangkan oleh akal, hal tersebut menyebabkan eksistensi Tuhan menjadi dangkal dan mudah terjangkau oleh manusia.

lain halnya dengan Allah dalam islam...
saat aku beribadah aku tidak menyembah Allah dalam wujud, simbol, atau bentuk apapun yang diciptakan oleh manusia..Tapi justru disitulah letak kesakralan dan kekudusan Allah. Allah dalam islam bukanlah Tuhan yang memiliki eksistensi terbatas, yang wujudnya  bisa diciptakan dan digandakan dengan begitu mudah oleh tangan manusia.. Allah  dalam islam adalah Allah yang mempunyai eksistensi tanpa batas, ke Esa an yang mutlak hingga tak ada satupun akal dan tangan manusia yang mampu menggambarkannya.
Dia tidak pernah berujud,.. tak sanggup diujudkan... tak pernah dilihat...tak sanggup dilihat....

Eksistensinya nyata walau tak ada ujud nyata...

eksistensinya nyata walau tak pernah tertangkap mata

"ketiadaan ujudnya" adalah bukti kesakralan dan ke Agungan Nya:)

Rabu, 10 Juli 2013

anak durhaka :orang tua durhaka? | anak haram : orang tua haram?

  kenapa ada istilah anak durhaka..tetapi tidak pernah ada istilah orang tua durhaka?
kenapa ada istilah anak haram ttpi tdk ada istilah orang tua haram? seolah-olah orang tua mempunyai "hak istimewa" untuk berbuat segala sesuatu kepada anaknya, dan segala hal yang dilakukan oleh orang tua adalah benar adanya.

  padahal bukankah orang tua juga pernah melakukan salah?
banyak orang tua yang tidak pernah memperhatikan anak-anaknya, menyibukan diri pada karir dan ambisinya tidak tahu apa saja yang terjadi pada anak-anaknya, tidak menyadari bahwa anak-anak mereka terlibat dengan hal- hal negatif. Mengapa orang-orang ini tidak bisa disebut dengan orang tua durhaka?

banyak "calon orang tua" yang menghasilkan anak dengan melakukan perbuatan haram yang dilarang oleh agama.. lantas ketika melahirkan anak maka anak tersebut disebut "anak haram"? bukankah yang sebenarnya haram itu adalah perbuatan orang tuanya?

terkadang terasa sangat tidak adil kedudukan orang tua dengan anak..benar mereka yang membuat kita lahir ke dunia..benar mereka yang memberi kita makan, kasih sayang, dan merawat kita. tapi salah menurut saya saat mereka menggunakan "hak istimewanya" untuk selalu membenarkan perbuatan mereka

tulisan ini bukan bermaksud untuk menyalahkan orang tua dan membenarkan anak. Tetapi untuk mengingatkan diri saya saat menjadi orang tua kelak... mengingatkan bahwa saat saya menjadi orang tua bukan berarti saya benar dalam segala hal

keyakinan saya hari ini adalah

sebagai orang tua nanti, saya tidak hanya memposisikan diri saya sebagai orang tua yang harus dihormati... tetapi saya juga harus memposisikan diri saya sebagai sesama manusia dan menghormati anak-anak saya

mendengarkan apa yang anak-anak katakan, bukan hanya memaksa mereka mendengarkan kata-kata saya

saya tidak akan menjadi orang tua yang selalu benar, dan anak saya tidak akan menjadi anak yang selalu salah... salah adalah salah, benar adalah benar... entah dalam posisi sebagai anak ataupun orang tua..

memberikan banyak waktu dan perhatian untuk melihat pertumbuhan mereka..sebagaimana saya membutuhkan waktu dan perhatian mereka untuk menjaga saya ketika saya sudah terlalu tua

tidak menuntut mereka menjadi sesuatu yang saya inginkan, saya berjanji untuk melihat kemampuan, bakat, keinginan, dan cita-cita mereka...

sebelum menuntut mereka menjadi anak-anak yang baik, terlebih dahulu , saya harus menjadi orang tua yang terbaik bagi mereka

saya yakin apa yang dilakukan oleh orang tua mepunyai dampak yang besar pada anak.... bukankah sebagian besar anak-anak durhaka berasal dari orang tua yang tidak memperhatikan, tidak peduli, tidak melindungi dan menjaga mereka? dengan kata lain anak durhaka kebanyakan berasal dari orang tua  yang durhaka... orang tua selalu menuntut anak menjadi anak yang baik .... tetapi mengapa anak tidak bisa menuntut orang tua menjadi orang tua yang baik? semoga bisa menjadi renungan ^^